Rabu, 18 Mei 2016

MUKA PELAKU PERKOSAAN

JAKARTA – Hasil otopsi jenazah Eno Parinah (19) korban pemerkosaan dan pembunuhan, menunjukkan bahwa gagang cangkul sepanjang 65 centimeter yang ditusukkan ke kemaluan Eno Parinah tembus hingga merobek bagian hati dan paru-paru.
Eno Parinah baru meregang nyawa setelah mendapat penyiksaan sadis dari pelaku. Sebelum cangkul dimasukkan ke dalam kemaluannya,  gadis berparas cantik itu masih hidup.
“Berdasarkan hasil otopsi, saat cangkul dimasukkan ke dalam kemaluannya, korban (Eno Parinah) masih dalam kondisi hidup tapi sudah sekarat,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, Selasa (17/5/2016).
Menurut Krishna, korban yang tak berdaya karena dipegangi para pelaku menjerit kesakitan dan memohon ampun. Namun pelaku RA tak peduli dengan jeritan korban. RA tetap memasukkan gagang cangkul tersebut ke kemaluan Eno. Gagang cangkul panjang 65 centimeter dan diameter 3 cm lebih itu masuk 90 persen ke tubuh Eno Parinah lewat kemaluannya. 
Setelah gagang cangkul masuk sedikit, RA mendorong gagang cangkul tersebut dengan cara menendang, sehingga gagang cangkul terdorong masuk ke tubuh korban. Hal itulah yang membuat bagian hati dan paru-paru Eno Parinah rusak.
“Korban mengalami luka robek di bagian hati sampai ke atas paru-paru karena 90 persen gagang cangkul masuk ke tubuh korban. Hal itu mengakibatkan pendarahan rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc,” tandas Krishna.(nasional news)

Jumat, 13 Mei 2016

Ijime no Sekai, Bullying ala Jepang



TRIBUNNEWS.COM - Ijime adalah mengolok-olok atau mengasari seseorang (bullying). Banyak sekali orang meninggal di Jepang hanya karena di Ijime. Bahkan anak sekolah dasar (SD) di Jepang belum lama ini meninggal bunuh diri hanya gara-gara di Ijime teman-teman sekolahnya sesama SD.
Ada pula kasus Ijime menarik. Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepang kena di Ijime oleh Kepala Keuangan. Gara-gara gajinya yang sudah satu juta yen lebih, dinaikkan 50.000 yen tidak mau diterima, lalu saat terima gaji bulan berikutnya, gaji tidak dikirimkan, alias nol, tidak dapat gaji.
Dia tak mau terima tambahan gaji karena merasa prihatin dengan kesejahteraan rakyat Jepang saat ini. Justru rakyat yang perlu dinaikan kesejahteraan sosialnya, bukan dengan cara menaikan gaji dia. Uang  lebih dibutuhkan buat orang tua atau kalangan usia lanjut (lansia) ketimbang gaji dia. Begitulah pikirnya, eh, malah di Ijime oleh kalangan sekelilingnya.
Jepang adalah negara Ijime paling berat. Sakit sekali kalau kita sudah di Ijime dan tak heran bila banyak yang bunuh diri gara-gara di Ijime.  Bunuh diri di Jepang sedikitnya 94 orang setiap hari atau   34.427 orang bunuh diri pada tahun 2003 sesuai data kepolisian Jepang. Jumlah tersebut terus menerus semakin naik setiap tahun. Dari jumlah bunuh diri tersebut diperkirakan akibat di Ijime lalu bunuh diri sekitar 0,5 persen.
Jumlah kasus ijime di Jepang sebanyak 124.898 kasus per 31 Maret 2007 menurut data Kementerian Pendidikan Jepang. Dari jumlah kasus itu , 35 persen di kalangan SLTA, 40 persen di kalangan SLTP dan 25 persen kalangan SD. Sedangkan yang bunuh diri dari 124.898 kasus itu, 171 orang bunuh diri.
Akibat tinggi jumlah bunuh diri, maka bulan  Juni 2007, pemerintah Jepang mengeluarkan perundangan baru untuk mengurangi jumlah bunuh diri. Dengan peraturan baru itu diharapkan tahun 2016 jumlah orang yang bunuh diri turun 20 persen.
Peraturan baru itu menekankan agar pemerintah lebih mementingkan faktor sosial seperti penanganan para penganggur, penanganan orang yang terbeban hutang berat, dan sebagainya. Penanganan dini diharapkan dapat dilakukan terhadap orang yang terkena stress berat tersebut supaya tidak memutuskan tali nyawanya akibat masalah sosial itu.
Menekankan faktor sosial berarti perimbangan anggaran pemerintah Jepang akan semakin besar ke sektor kesejahteraan sosial
Lansia sudah sangat banyak saat ini di Jepang. Sementara dokter sangat kurang dan perawat juga sangat kurang. Itu sebabnya Jepang sangat membutuhkan tenaga asing.
Kebetulan saja Indonesia yang pertama kali mendapat pengesahan dari parlemen Jepang mengenai pengiriman tenaga perawat dan penopang lansia ke Jepang. Menyusul diperkirakan Filipina akan mendapatkan pengesahan serupa.
Menjadi pertanyaan, adanya permohonan dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia di waktu lampau, agar tenaga perawat mendapat gaji 200.000 yen atau sekitar Rp 20,1 juta per bulan, dan 175.000 yen atau sekitar Rp 17,6 juta (kurs Rp 100 per yen) bagi tenaga penopang lansia.
Angka gaji demikian tampaknya mendapat tanggapan dingin dari kalangan rumah sakit, klinik dan rumah jompo Jepang karena adanya campur tangan pemerintah soal  gaji. Padahal pemerintah Jepang saja tidak campur tangan soal gaji dan soal penerimaan tenaga kerja Indonesia itu lebih banyak dilakukan oleh sektor swasta, diterima 100 persen oleh pihak klinik swasta, rumah sakit swasta dan rumah jompo swasta di Jepang.
Dengan gaji sedemikian besar, tidak sedikit dapat tentangan dari kalangan medis Jepang khususnya yang sudah tidak bekerja lagi sebagai perawat, “Kalau digaji demikian, siapa pun dan bahkan yang sudah tak kerja sebagai perawat, akan kembali dan mau kerja lagi sebagai perawat. Bagi lembaga medis Jepang mereka pasti akan lebih senang menerima kami, karena memang sebagai perawat dan orang Jepang,” papar seorang mantan perawat Jepang.
Peraturan baru itu menekankan agar pemerintah lebih mementingkan faktor sosial seperti penanganan para penganggur, penanganan orang yang terbeban hutang berat, dan sebagainya. Penanganan dini diharapkan dapat dilakukan terhadap orang yang terkena stress berat tersebut supaya tidak memutuskan tali nyawanya akibat masalah sosial itu.
Menekankan faktor sosial berarti perimbangan anggaran pemerintah Jepang akan semakin besar ke sektor kesejahteraan sosial
Lansia sudah sangat banyak saat ini di Jepang. Sementara dokter sangat kurang dan perawat juga sangat kurang. Itu sebabnya Jepang sangat membutuhkan tenaga asing.
Kebetulan saja Indonesia yang pertama kali mendapat pengesahan dari parlemen Jepang mengenai pengiriman tenaga perawat dan penopang lansia ke Jepang. Menyusul diperkirakan Filipina akan mendapatkan pengesahan serupa.
Menjadi pertanyaan, adanya permohonan dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia di waktu lampau, agar tenaga perawat mendapat gaji 200.000 yen atau sekitar Rp 20,1 juta per bulan, dan 175.000 yen atau sekitar Rp 17,6 juta (kurs Rp 100 per yen) bagi tenaga penopang lansia.
Angka gaji demikian tampaknya mendapat tanggapan dingin dari kalangan rumah sakit, klinik dan rumah jompo Jepang karena adanya campur tangan pemerintah soal  gaji. Padahal pemerintah Jepang saja tidak campur tangan soal gaji dan soal penerimaan tenaga kerja Indonesia itu lebih banyak dilakukan oleh sektor swasta, diterima 100 persen oleh pihak klinik swasta, rumah sakit swasta dan rumah jompo swasta di Jepang.
Dengan gaji sedemikian besar, tidak sedikit dapat tentangan dari kalangan medis Jepang khususnya yang sudah tidak bekerja lagi sebagai perawat, “Kalau digaji demikian, siapa pun dan bahkan yang sudah tak kerja sebagai perawat, akan kembali dan mau kerja lagi sebagai perawat. Bagi lembaga medis Jepang mereka pasti akan lebih senang menerima kami, karena memang sebagai perawat dan orang Jepang,” papar seorang mantan perawat Jepang.Mungkinkan perawat Indonesia lolos dari lubang jarum itu. Gambatte kudasai, bersemangatlah sampai akhir, mungkin saja bisa lolos, disertai doa kita semua sebagai umat beragama.

Bom Meledak saat Dimasukkan ke Truk, Empat Orang Tewas

SARIKAMIS – Empat terduga pembuat bom tewas dan 17 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di sebuah desa di Turki yang mayoritas dihuni Suku Kurdi. Ledakan tersebut terjadi pada Kamis 12 Mei 2016 pukul 22.30 di Distrik Sarikamis.
Kementerian Dalam Negeri Turki menyebut para korban adalah militan Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang tengah memasukkan muatan bahan peledak yang dikirim lewat truk kecil.
Kuatnya ledakan menimbulkan lubang seperti kawah besar di lokasi kejadian. Bahkan, seperti diwartakan Telegraph, Jumat (13/5/2016), aliran listrik di Distrik Sarikamis terputus dan beberapa rumah di sekitar lokasi hancur.
Ledakan di Sarikamis tersebut terjadi usai serangan bom mobil terhadap fasilitas militer di Istanbul beberapa saat sebelumnya. Ledakan tersebut melukai tujuh orang. Serangan terhadap pasukan keamanan juga terjadi pada Selasa 10 Mei 2016 dengan target kepolisian. Tiga orang tewas akibat ledakan tersebut.
Setelah ledakan, pasukan keamanan memperketat penjagaan di perbatasan Distrik Sarikamis dan merazia kendaraan yang hilir mudik di desa tersebut. Sumber dari pasukan keamanan menyatakan ledakan terjadi saat militan itu tengah memasukkan muatan ke truk yang akan digunakan untuk menyerang pasukan keamanan.

Bentrok dengan Pemberontak Kurdi, Delapan Tentara Turki Tewas

HAKKARI - Bentrokan dengan kelompok pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) menyebabkan sekira enam tentara Turki meninggal dunia. Dalam bentrokan tersebut, sebuah helikopter dengan dua awak yang dikirim ke area bentrokan juga dilaporkan jatuh.
Baku tembak antara tentara Turki dan milisi Kurdi itu terjadi dekat Kota Cukurca di Provinsi Hakkari pada Jumat pagi, 13 Mei 2016 waktu setempat.
Bentrokan itu juga mengakibatkan enam tentara dari pihak pemberontak tewas dan delapan lainnya mengalami luka.
Merespons hal itu, militer Turki mengirim sebuah helikopter untuk mendukung operasi tentara Turki.
Tapi helikopter tersebut kemudian mengalami kecelakaan dan ikut menewaskan dua orang pilot, hingga total korban di pihak Turki mencapai delapan orang.
Kecelakaan ini terjadi akibat kesalahan teknis. Demikian sebagaimana dilansir dari Belfast Telegraph, Jumat (13/5/2016).